JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung selama periode 20 hingga 23 April 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan seiring dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis pada masa pancaroba. Hal ini memicu potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang merata dari ujung barat hingga timur Indonesia.
"Pengendara diimbau mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat mengganggu jarak pandang dan kelancaran perjalanan darat, laut, maupun udara," ungkap BMKG dalam keterangan resminya, Senin (20/4/2026).
BMKG secara spesifik menetapkan status Siaga untuk beberapa wilayah yang berisiko mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selain wilayah di pulau Jawa dan Sumatra, status Siaga juga berlaku untuk kawasan Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Kondisi ini diprediksi akan disertai dengan kilat, petir, serta angin kencang yang dapat membahayakan aktivitas warga.
Wilayah lain seperti Jakarta, Banten, Bali, hingga seluruh provinsi di Kalimantan dan Sulawesi juga tidak luput dari ancaman hujan lebat. BMKG meminta warga di provinsi-provinsi tersebut tetap memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Masyarakat dilarang keras berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang kondisinya sudah rapuh saat hujan berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko pohon tumbang, baliho roboh, maupun sambaran petir.
Bagi penyelenggara kegiatan luar ruang, terutama sektor wisata dan olahraga, BMKG menyarankan untuk meninjau kembali perencanaan aktivitas. Langkah mitigasi sangat diperlukan guna menjamin keselamatan peserta di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pihak BMKG juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini. Koordinasi yang kuat diharapkan mampu meminimalisir dampak kerugian maupun korban jiwa.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses data prakiraan cuaca terkini melalui laman resmi www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG. Otoritas terkait memastikan informasi peringatan dini akan terus diperbarui secara real-time.