BEKASI – Proses identifikasi terhadap korban kecelakaan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus menunjukkan perkembangan. Hingga Selasa (28/4/2026), RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi berhasil mengidentifikasi sebanyak 53 korban.
Berdasarkan data terbaru di lokasi, tiga dari total korban yang teridentifikasi di RSUD tersebut dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya adalah Nuryati (62), Enggar Retno K (35), dan Nurlaela (30), yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa total korban meninggal dunia secara keseluruhan sebenarnya telah mencapai lima orang. Namun, tim di lapangan masih berupaya mengevakuasi korban lain yang belum berhasil dikeluarkan dari reruntuhan gerbong.
"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3 orang," ujar Bobby saat memberikan keterangan pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 50 orang mengalami luka-luka dengan kondisi medis yang bervariasi. Para korban kini tersebar di sembilan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif, termasuk observasi dan tindakan bedah bagi yang mengalami trauma berat.
Bobby menambahkan bahwa jumlah pasien yang sedang menjalani observasi di rumah sakit mencapai puluhan orang. "Yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS," tambahnya menjelaskan sebaran penanganan medis.
Beberapa korban luka tercatat sudah diperbolehkan pulang, seperti Andi Saputra (30) dan Rista Triana (35). Namun, beberapa pasien lain harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih spesifik, seperti Vira Oktaviani Putri ke RS Mitra Plumbon dan Yuliana Nur Pratama ke RS Siloam.
Pihak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid terus memperbarui papan data di lokasi untuk memberikan informasi transparan kepada pihak keluarga. Sementara itu, operasional Stasiun Bekasi Timur masih ditutup sementara guna memperlancar proses evakuasi dan olah TKP.
Bagi masyarakat yang mencari anggota keluarganya, petugas mengimbau untuk langsung mendatangi posko informasi di RSUD Bekasi atau stasiun terdekat. Tim gabungan masih bekerja ekstra keras untuk memastikan seluruh korban, terutama yang masih terjepit, dapat segera tertangani.