JAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) terus mempercepat pembangunan satuan radar (Satrad) sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan udara nasional. Proyek ini ditargetkan mencapai 30 satuan radar yang tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah udara Indonesia dapat terpantau secara optimal tanpa celah pengawasan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) yang tengah digenjot pemerintah.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Tonny Harjono menegaskan, pembangunan radar bertujuan menghilangkan titik buta atau blind spot dalam pengawasan udara nasional. “Kita ingin mata kita bisa memantau seluruh wilayah Indonesia tanpa ada blind spot,” ujarnya.
Menurut Tonny, kehadiran radar baru akan meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap setiap pergerakan pesawat, baik sipil maupun militer. Dengan sistem yang terintegrasi, TNI AU diharapkan mampu merespons potensi ancaman secara cepat dan tepat.
Pembangunan radar ini dilakukan secara bertahap, termasuk mengganti radar lama dan menambah unit baru di lokasi strategis. Sejumlah wilayah yang sebelumnya minim jangkauan radar kini menjadi prioritas untuk diperkuat.
Selain itu, proyek ini juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kedaulatan udara Indonesia, terutama di jalur-jalur penerbangan internasional yang padat. Radar akan menjadi “mata dan telinga” utama dalam sistem pertahanan udara nasional.
Sejalan dengan itu, pembangunan satuan radar juga mendukung perlindungan wilayah strategis seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Radar-radar tersebut dirancang memiliki jangkauan luas dan teknologi modern guna mendeteksi berbagai potensi pelanggaran wilayah udara.
Dengan target ambisius ini, TNI AU optimistis mampu mewujudkan sistem pertahanan udara yang lebih solid dan modern dalam beberapa tahun ke depan. Jika target terpenuhi, seluruh wilayah udara Indonesia diproyeksikan dapat terpantau secara menyeluruh tanpa celah.
Langkah percepatan pembangunan radar ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius dalam menjaga kedaulatan udara di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompleks.