BOGOR - Polisi menggerebek sebuah vila di wilayah Bogor, Jawa Barat, yang diduga dijadikan markas pengoplosan gas LPG bersubsidi. Dalam operasi tersebut, aparat menemukan ratusan tabung gas berbagai ukuran yang siap diedarkan ke pasaran.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di lokasi. Warga mengaku resah karena mencium bau gas menyengat yang kerap muncul dari area vila tersebut.
Kapolsek setempat menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, ditemukan sejumlah alat yang digunakan untuk memindahkan isi gas dari tabung subsidi ke tabung nonsubsidi. “Kami temukan alat suntik gas, timbangan, dan ratusan tabung LPG ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram,” ujarnya.
Menurut polisi, praktik ini dilakukan dengan cara menyuntikkan gas dari tabung bersubsidi ukuran 3 kilogram ke tabung ukuran lebih besar. Modus tersebut dilakukan untuk meraup keuntungan lebih besar dari selisih harga jual gas nonsubsidi.
Dalam penggerebekan itu, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti lain, termasuk alat-alat pendukung proses pengoplosan. Namun, pelaku utama diduga telah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.
“Untuk pelaku pengoplosan atau pemilik tempat sudah kabur saat kami datang. Saat ini masih dalam pengejaran,” kata petugas kepolisian.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik ilegal pengoplosan LPG di wilayah Bogor. Sebelumnya, polisi juga mengungkap jaringan serupa yang beroperasi di beberapa titik dengan skala besar dan melibatkan banyak pelaku.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengungkapkan, praktik pengoplosan LPG tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat luas. Gas bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu justru disalahgunakan untuk kepentingan bisnis ilegal.
Ia menegaskan, pihak kepolisian akan terus melakukan penindakan tegas terhadap praktik serupa. Selain melanggar hukum, aktivitas pengoplosan gas juga berpotensi membahayakan keselamatan karena risiko kebocoran dan ledakan.
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan ke kantor polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah memburu pelaku yang kabur serta mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik praktik ilegal tersebut.