Garudantara.id
Nasional

Serangan Rudal Hantam Kapal China, 3 WNI Terdampak

Oleh editor • 10 Apr 2026

JAKARTA - Sebuah kapal berbendera China dilaporkan terkena serangan rudal di perairan yang menjadi titik panas konflik antara India dan Pakistan. Kapal tersebut diketahui membawa tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI).

Insiden ini terjadi di kawasan perairan yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan tensi militer. Serangan rudal tersebut menambah daftar insiden berbahaya yang melibatkan jalur pelayaran internasional.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa terdapat tiga WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal tersebut. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi para WNI.

“Benar terdapat tiga WNI yang menjadi ABK di kapal tersebut,” ujar Judha dalam keterangannya. Ia menegaskan, pemerintah Indonesia langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para WNI.

Judha menjelaskan, hingga saat ini kondisi ketiga WNI tersebut dilaporkan selamat. Namun, pihaknya masih terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan situasi tetap aman.

“Ketiga WNI dalam kondisi selamat dan terus kami pantau,” kata Judha. Pemerintah juga telah menjalin komunikasi dengan otoritas setempat serta perwakilan Indonesia di wilayah terkait.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki sejarah konflik panjang, termasuk terkait penggunaan senjata militer seperti rudal. Situasi keamanan di kawasan tersebut dinilai berisiko tinggi bagi pelayaran sipil.

Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh WNI, khususnya yang bekerja di sektor pelayaran internasional, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jalur pelayaran di wilayah konflik disebut memiliki potensi ancaman yang tidak bisa diabaikan.

Kemlu RI juga memastikan akan terus memberikan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri, termasuk dalam situasi darurat seperti konflik bersenjata. Koordinasi lintas negara dan lembaga menjadi langkah utama dalam menangani kasus ini.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan rudal tersebut. Investigasi masih berlangsung di tengah situasi keamanan yang belum stabil di kawasan perairan tersebut.

BACA VERSI LENGKAP