Garudantara.id
Ekonomi

Sempat Terkapar, Rupiah Kini Bangkit Tinggalkan Rekor Terlemahnya

Oleh editor • 08 Apr 2026

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya berhasil keluar dari tekanan berat dan mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026). Mata uang Garuda berhasil bangkit dari rekor terlemah sepanjang sejarah seiring meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat tajam 0,50 persen atau naik 85-93 poin ke level Rp 17.005 hingga Rp 17.012 per dolar AS. Posisi ini jauh lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya yang sempat terpuruk di level Rp 17.105 per dolar AS.

Kabar mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor utama penguatan rupiah. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menyetujui penghentian serangan sementara selama dua pekan dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa AS menerima proposal berisi 10 poin untuk mengakhiri konflik tersebut. Salah satu poin krusial adalah jaminan keamanan di jalur distribusi vital global tersebut.

"AS menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz," ujar Josua Pardede di Jakarta, Rabu (8/4).

Selain pembukaan jalur laut, kesepakatan tersebut mencakup pengakuan hak Teheran atas pengayaan uranium dan pencabutan sanksi utama dari pihak AS. Langkah ini langsung direspons positif oleh pasar keuangan karena menurunkan risiko ketidakpastian global.

Sentimen perdamaian ini juga membuat indeks dolar AS merosot ke level 98,91 dari sebelumnya 99,51. Investor mulai meninggalkan dolar yang sebelumnya dijadikan aset aman (safe haven) dan beralih kembali ke aset berisiko seperti rupiah.

Analis Vibiz Research Center menilai penguatan ini sangat krusial mengingat rupiah baru saja menyentuh titik terendahnya. Ke depan, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak stabil di rentang Rp 16.937 hingga Rp 17.100 per dolar AS.

Dampak positif tidak hanya terasa di pasar valuta asing. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut berpesta dengan meroket 4,42 persen ke level 7.279 pada akhir perdagangan hari ini.

Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menambahkan bahwa proposal damai tersebut mencakup penarikan pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, AS diminta menghentikan permusuhan di semua garda depan, termasuk wilayah Libanon.

Dengan adanya jaminan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran di Selat Hormuz, distribusi minyak dunia diharapkan kembali normal. Hal ini secara langsung menekan harga minyak mentah dan memberikan ruang napas bagi ekonomi domestik Indonesia.

BACA VERSI LENGKAP