BANDUNG – Program bedah rumah skala besar resmi dimulai di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meresmikan renovasi 40 ribu unit rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui renovasi 10 rumah di Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan ini saya resmikan dimulainya renovasi 40.000 rumah di Jabar bantuan dari program bedah rumah Kementerian PKP,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Dalam kesempatan itu, KDM juga meninjau langsung rumah salah satu penerima manfaat, Lis Mulyani, yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit. Ia memastikan bantuan tidak hanya menyasar perbaikan hunian, tetapi juga mendukung ekonomi warga.
“Dari Menteri PKP sebesar Rp 20 juta, insyaallah dari saya ada tambahan Rp 20 juta lagi, buat tambah modal usaha menjahitnya,” kata Dedi.
Penerima manfaat, Sumiati, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu memperbaiki kondisi rumah sekaligus memberikan tambahan modal usaha.
“Terima kasih, semoga menjadi berkah amal ibadah buat Bapak KDM dan Pak Menteri,” ujarnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan, program ini menargetkan renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni secara nasional pada 2026. Dari jumlah itu, Jawa Barat menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni hampir 40 ribu unit.
Setiap rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta yang digunakan untuk pembelian material dan upah tenaga kerja. Program ini dijalankan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan melibatkan masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
“Melalui tender rakyat, proses pengadaan dilakukan transparan dan kompetitif. Ini juga mendorong perputaran ekonomi di daerah,” ujar Maruarar.
Ia mencontohkan pelaksanaan di Desa Banyusari. Dari total anggaran Rp175 juta untuk 10 rumah, proses tender mampu menekan biaya menjadi Rp164 juta, sehingga ada efisiensi yang bisa dimanfaatkan kembali.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebutkan program BSPS di wilayahnya menyasar 966 unit rumah yang tersebar di 63 desa dan 23 kecamatan.
“Program ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian yang layak,” kata Dadang.
Program bedah rumah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal warga, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat secara langsung.