MOSKOW – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Senin (13/3/2026) siang waktu setempat. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan ketahanan energi nasional serta stabilitas geopolitik global.
Prabowo tiba di Rusia setelah bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu malam. Kunjungan ini menjadi sorotan internasional mengingat peran krusial kedua negara dalam peta energi dan politik dunia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa pertemuan ini dilakukan di tengah dinamika global yang terus berubah. Menurutnya, diskusi empat mata tersebut akan menyentuh poin-poin krusial bagi kepentingan domestik Indonesia.
"Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya," jelas Teddy dalam keterangan resminya, Senin (13/3).
Salah satu agenda utama yang dibawa Prabowo adalah memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah berharap kerja sama dengan Rusia dapat menjamin stabilitas stok minyak mentah di dalam negeri.
"Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak," tambah Teddy menekankan urgensi misi tersebut.
Tak hanya soal ekonomi, kedua pemimpin negara ini akan bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik terkini. Prabowo membawa misi diplomasi untuk menyuarakan sikap netral dan aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian.
"Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global," ungkap Teddy menjelaskan peran Indonesia sebagai penengah di kancah internasional.
Dalam perjalanan dinas ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Sebelumnya, keberangkatan Presiden di Jakarta dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran petinggi TNI-Polri. Kehadiran para menteri strategis dalam rombongan ini menandakan keseriusan pemerintah dalam mengeksekusi kesepakatan sektor energi dan diplomasi luar negeri.