Garudantara.id
Nasional

Prabowo Siap Tarik diri dari Board Of Peace, Begini Skenarionya

Oleh Garudantara • 07 Mar 2026

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan siap menarik Indonesia dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) apabila forum tersebut tidak memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina maupun tidak sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Syura DPP Front Pembela Islam, Hanif Alatas, usai menghadiri acara buka puasa bersama Presiden di Istana Merdeka pada Kamis (5/3) malam.

Menurut Hanif, dalam pertemuan tersebut Presiden menyampaikan kemungkinan untuk menarik Indonesia dari BoP apabila organisasi yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu tidak memberikan peluang bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan Palestina.

“Kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ujar Hanif menirukan pernyataan Presiden.

Hanif mengatakan pihaknya belum sempat menyampaikan pandangan secara langsung kepada Presiden dalam forum tersebut. Namun, FPI menitipkan surat berisi permintaan agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk keluar dari BoP.

“Kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP,” katanya.

Ia menjelaskan, FPI mendorong langkah tersebut karena tidak mempercayai komitmen Amerika Serikat dan Israel dalam upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Menurut Hanif, keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru, termasuk kemungkinan pasukan Indonesia berhadapan dengan pejuang Palestina di Gaza.

Meski demikian, Hanif menegaskan pihaknya tidak keberatan apabila pengiriman pasukan Indonesia dilakukan untuk membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. FPI bahkan menyatakan siap mendukung pengiriman relawan.

“Kalau dikirim ke Gaza untuk memerdekakan Palestina, kita dukung. Tapi kalau di bawah komando Amerika Serikat dan justru melucuti senjata pejuang Gaza, itu yang kami tidak inginkan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis. Ia menyebut Presiden berkomitmen akan keluar dari BoP apabila keanggotaan Indonesia tidak memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina.

“Janjinya kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur,” kata Cholil usai pertemuan tersebut.

Cholil menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil Presiden bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, sikap Indonesia terhadap isu Palestina sudah jelas dan tidak akan berubah.

“Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, maka beliau akan mundur,” ujarnya

BACA VERSI LENGKAP