JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali melakukan kunjungan ke Prancis dalam waktu dekat. Rencana tersebut diungkap Menteri Luar Negeri Sugiono usai memaparkan hasil pertemuan Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron di Paris beberapa waktu lalu.
Sugiono menyampaikan, meski pertemuan berlangsung secara tertutup, terdapat sejumlah poin penting yang dapat dibagikan kepada publik. Salah satunya adalah komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin.
“Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,” ujar Sugiono dalam diskusi di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kerja sama adalah sektor pertahanan. Indonesia selama ini diketahui menjadi salah satu pengguna alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Prancis, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dalam penguasaan teknologi.
Menurut Sugiono, kerja sama tidak lagi hanya sebatas pembelian, melainkan diarahkan pada transfer teknologi. “Kita ingin kerja sama beyond procurement, tidak hanya membeli, tetapi juga melakukan transfer dan penguasaan teknologi,” tegasnya.
Selain pertahanan, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, khususnya sektor STEM (science, technology, engineering, and mathematics). Hal ini dinilai penting untuk mendukung kemandirian teknologi Indonesia ke depan.
Pembicaraan juga mencakup isu global yang menjadi perhatian bersama, seperti energi dan pemanfaatan mineral kritis. Tidak hanya itu, kerja sama juga dijajaki di sektor ekonomi kreatif, infrastruktur, hingga transportasi.
“Kemudian pembicaraan juga menyangkut energi, pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, ekonomi kreatif, infrastruktur, dan transportasi,” kata Sugiono.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kunjungan lanjutan Prabowo ke Prancis tengah dipersiapkan. Namun, pemerintah belum merinci waktu dan agenda spesifik dalam kunjungan tersebut.
Sugiono menilai kedekatan hubungan personal antara Prabowo dan Macron menjadi modal penting dalam mempercepat kerja sama strategis kedua negara. “Hubungan pribadi antar kedua Presiden sangat dekat, ini menjadi modal besar untuk meningkatkan hubungan bilateral,” ujarnya.
Dengan fondasi hubungan yang kuat, pemerintah optimistis kerja sama Indonesia dan Prancis akan semakin luas dan berdampak signifikan bagi kepentingan nasional.