Jakarta – Wacana mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 memunculkan spekulasi soal kemungkinan negara lain menggantikan slot Asia, termasuk peluang bagi Timnas Indonesia. Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi dari FIFA terkait perubahan peserta turnamen.
Iran sebelumnya memastikan tiket ke putaran final melalui jalur kualifikasi zona Asia. Akan tetapi, situasi geopolitik dan isu administratif disebut-sebut berpotensi memengaruhi partisipasi mereka. Meski demikian, FIFA masih menunggu perkembangan resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Jika Iran benar-benar mengundurkan diri, FIFA diperkirakan akan menunjuk tim pengganti agar kuota 48 peserta tetap terpenuhi. Penentuan tersebut kemungkinan besar akan mempertimbangkan hasil kualifikasi serta regulasi yang berlaku di Konfederasi Sepak Bola Asia.
Sejumlah negara Asia disebut memiliki peluang lebih besar untuk mengisi slot tersebut. Timnas Irak dinilai sebagai kandidat terdepan berdasarkan posisi dan performa di babak kualifikasi. Selain itu, Timnas Uni Emirat Arab dan Timnas Oman juga masuk dalam daftar pertimbangan jika merujuk pada peringkat dan capaian kompetitif terbaru.
Sementara itu, peluang Indonesia untuk langsung menggantikan Iran dinilai relatif kecil. Pasalnya, penunjukan pengganti umumnya mengacu pada urutan performa dan tahapan kualifikasi terakhir. Indonesia saat ini masih berjuang melalui jalur resmi.
Pengamat sepak bola menilai skenario penggantian peserta tetap bergantung pada keputusan final FIFA dan dinamika politik internasional. Selama belum ada pengumuman resmi, seluruh spekulasi masih bersifat kemungkinan.
Dengan demikian, peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 tetap lebih realistis melalui perjuangan di lapangan ketimbang berharap pada situasi luar kompetisi.