Oman — Kapal intelijen milik China, Liaowang‑1, dilaporkan berlayar ke perairan dekat pesisir Oman, tepatnya di wilayah Teluk Oman yang berdekatan dengan jalur strategis Selat Hormuz. Kehadiran kapal tersebut menarik perhatian karena berada di salah satu jalur pelayaran paling sensitif di dunia.
Kapal Liaowang-1 diketahui merupakan bagian dari operasi pengumpulan intelijen militer People's Liberation Army Strategic Support Force, unit militer China yang bertugas melakukan pemantauan teknologi strategis seperti peluncuran rudal, satelit, serta pengumpulan sinyal elektronik.
Kapal kelas Liaowang dirancang untuk beroperasi jauh dari wilayah perairan China guna memperluas jangkauan pemantauan militer dan ruang angkasa. Selain mendukung misi pelacakan satelit, kapal ini juga mampu memonitor aktivitas militer negara lain, termasuk uji coba rudal dan pergerakan armada laut.
Keberadaan kapal intelijen China di sekitar Teluk Oman dinilai signifikan karena wilayah tersebut merupakan pintu masuk menuju Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas dan menjadi rute utama ekspor energi dari negara-negara produsen minyak di Timur Tengah.
Kemunculan kapal Liaowang-1 juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Para analis menilai penempatan kapal tersebut memungkinkan China memantau secara langsung perkembangan militer di kawasan Teluk, termasuk aktivitas peluncuran rudal, pergerakan kapal perang, hingga dinamika konflik yang sedang berlangsung.
Kawasan Timur Tengah memiliki arti strategis bagi China karena negara tersebut mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya dari negara-negara Teluk. Dengan memantau situasi keamanan di wilayah tersebut, Beijing dapat mengamankan jalur energi yang menjadi penopang utama ekonomi domestiknya.
Selain fungsi militer, kapal kelas Liaowang juga sering digunakan untuk mendukung misi ruang angkasa China dengan melacak satelit serta memantau peluncuran roket di berbagai belahan dunia.
Kehadiran Liaowang-1 di dekat Oman menunjukkan bahwa krisis yang berkembang di Timur Tengah kini turut dipantau secara dekat oleh kekuatan global, menandakan meningkatnya dimensi geopolitik dalam konflik kawasan tersebut.