Dubai – Sejumlah warga di Dubai dilaporkan sempat melakukan panic buying di beberapa supermarket setelah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk. Kepanikan tersebut dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik regional yang melibatkan Iran dan negara-negara sekutunya di kawasan.
Media internasional Fortune melaporkan bahwa sebagian warga di Dubai mulai membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok dalam jumlah besar, termasuk air mineral, makanan kaleng, dan bahan pangan lainnya. Fenomena tersebut terjadi setelah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Laporan serupa juga disampaikan oleh media berbasis di Abu Dhabi, The National, yang menyebut beberapa supermarket mengalami lonjakan pembelian karena kekhawatiran publik terhadap kemungkinan gangguan pasokan barang.
Meski demikian, pemerintah Uni Emirat Arab memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di seluruh wilayah negara tersebut masih aman dan rantai pasokan tidak terganggu.
Menteri Ekonomi UAE, Abdullah bin Touq Al Marri, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pangan.
“Kami memiliki cadangan strategis yang cukup dan jaringan distribusi yang kuat. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Al Marri seperti dikutip oleh The National.
Selain itu, otoritas perlindungan konsumen UAE juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara normal agar tidak memicu kepanikan yang lebih luas di tengah situasi geopolitik kawasan.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan drone dan rudal yang dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas infrastruktur di kawasan Teluk, termasuk pusat data dan jaringan digital di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Meski terjadi kepanikan sesaat, aktivitas ekonomi di Dubai dilaporkan tetap berjalan normal. Pemerintah UAE menyatakan akan terus memantau situasi regional serta memastikan stabilitas keamanan dan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.