Garudantara.id
Nasional

Menteri Lingkungan Hidup Puji Transformasi Sampah Pekanbaru, TPA Muara Fajar Mulai Berbenah

Oleh editor • 26 Apr 2026

PEKANBARU – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi tata kelola sampah di Kota Pekanbaru. Perubahan signifikan terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) II Muara Fajar yang kini mulai meninggalkan praktik open dumping.

Dalam kunjungan kerjanya pada Sabtu (25/4/2026), Menteri Hanif menyebut penataan awal di TPA tersebut sudah berjalan sesuai amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Ia menilai Pemko Pekanbaru bergerak cepat dalam membenahi risiko lingkungan yang sebelumnya menghantui kawasan tersebut.

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat," ujar Hanif saat menyambangi TPA II Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat.

Selain pembenahan fisik, Pekanbaru mulai mengadopsi teknologi methane capture untuk menangkap gas metana. Teknologi ini diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menjadi sumber energi alternatif bagi masyarakat.

Menteri Hanif menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memfasilitasi kebutuhan teknis dalam pengembangan teknologi tersebut. "Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan teknis yang diperlukan oleh Pemko Pekanbaru," tegasnya.

Modernisasi ini tidak hanya berhenti di hilir. Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho juga telah membangun sejumlah waste station sebagai sistem pengelolaan sampah terpadu sejak dari hulu.

Langkah ini diperkuat dengan sinergi program Green Policing yang diinisiasi oleh Polda Riau. Kolaborasi lintas sektor ini melibatkan TNI-Polri, Kejaksaan, hingga pihak swasta untuk memastikan penegakan hukum dan pengendalian dampak lingkungan berjalan beriringan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menjajaki peluang kerja sama dengan PLN. Rencana ini bertujuan untuk mengonversi sampah menjadi energi listrik yang dapat menambah pendapatan daerah.

"Termasuk dukungan dari program Green Policing yang digagas Bapak Kapolda Riau, berjalan melalui kolaborasi lintas sektor," tambah Agung.

Di tingkat regional, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan Pekanbaru Raya juga sedang diproses oleh Kementerian Investasi. Fasilitas yang direncanakan dibangun di Kabupaten Kampar ini ditargetkan mampu mengolah hingga 2.000 ton sampah per hari.

Menteri Hanif mengingatkan bahwa kunci keberhasilan teknologi ini tetap berada di tangan masyarakat melalui pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri. "Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai," pungkasnya.

BACA VERSI LENGKAP