Garudantara.id
Nasional

Menteri Hukum Panggil Pengelola Medsos, Pastikan Ruang Digital Aman Bagi Anak Indonesia

Oleh editor • 09 Apr 2026

JAKARTA - Sejumlah platform digital menyatakan komitmennya untuk mendukung perlindungan anak di ruang digital usai bertemu Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah memperketat pengawasan terhadap ekosistem digital di Indonesia.

Dalam forum tersebut, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan anak bukan lagi sekadar wacana, melainkan kewajiban yang harus dijalankan oleh seluruh penyelenggara sistem elektronik. Negara ingin memastikan ruang digital aman bagi tumbuh kembang anak.

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa platform digital wajib mematuhi regulasi yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dari setiap aturan yang sudah disusun pemerintah.

“Perlindungan anak di ruang digital harus menjadi perhatian serius dan tanggung jawab bersama,” ujar Supratman Andi Agtas.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap platform yang melanggar aturan. Sanksi administratif hingga pemblokiran dapat diberlakukan jika ditemukan pelanggaran serius.

Dari pihak platform digital, komitmen serupa juga disampaikan. Perwakilan Meta Indonesia, Putri Alam, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem perlindungan dan keamanan, khususnya bagi pengguna anak di platform kami,” ujar Putri Alam.

Ia menambahkan bahwa Meta telah mengembangkan berbagai fitur pengawasan, termasuk kontrol orang tua dan pembatasan konten sensitif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya global perusahaan dalam melindungi pengguna muda.

Komitmen tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah agar platform melakukan penilaian risiko (self-assessment) terhadap layanan mereka. Tujuannya adalah mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini dan mencegah dampak negatif bagi anak.

Pemerintah juga menyoroti meningkatnya ancaman di ruang digital, seperti perundungan siber dan eksploitasi anak. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat menjadi kunci utama.

Selain penguatan regulasi, edukasi literasi digital juga dinilai penting. Orang tua dan anak perlu dibekali pemahaman agar mampu menggunakan teknologi secara bijak.

Dengan adanya komitmen dari berbagai pihak, pemerintah berharap perlindungan anak di ruang digital dapat semakin optimal. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah bagi generasi muda Indonesia.

BACA VERSI LENGKAP