JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid mengimbau pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Langkah ini dinilai krusial untuk membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Nusron menegaskan, RDTR merupakan salah satu instrumen penting dalam menciptakan kepastian hukum bagi investor. Tanpa dokumen tersebut, proses perizinan berusaha berpotensi terhambat.
“Kalau tidak ada RDTR, investasi tidak bisa masuk,” ujar Nusron dalam keterangannya. Ia menekankan bahwa kejelasan tata ruang menjadi pintu utama bagi masuknya modal ke suatu wilayah.
Menurut Nusron, pemerintah pusat saat ini terus mendorong percepatan penyusunan RDTR di seluruh daerah. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan kompetitif.
Ia juga mengingatkan bahwa integrasi RDTR dengan sistem perizinan berbasis elektronik akan mempercepat proses persetujuan kegiatan usaha. Dengan begitu, investor tidak lagi menghadapi proses yang berbelit.
“RDTR itu menjadi dasar penerbitan izin. Kalau tidak ada, prosesnya akan lama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nusron meminta pemerintah daerah di NTB untuk proaktif dan tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat. Ia menilai kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat penyusunan dokumen tata ruang tersebut.
Percepatan RDTR juga dinilai penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih pemanfaatan lahan. Selain itu, dokumen ini dapat menjadi panduan dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong digitalisasi dan integrasi tata ruang agar selaras dengan sistem perizinan nasional. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap kepastian berusaha di Indonesia.
Dengan percepatan penyusunan RDTR, pemerintah berharap daerah-daerah seperti NTB dapat lebih siap dalam menarik investasi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.