Taheran - Sebuah kapal tanker bernama SKYLIGHT dilaporkan mengalami serangan saat melintas di perairan strategis Selat Hormuz pada Senin (2/3). Insiden tersebut terjadi sekitar lima mil laut di sebelah utara pelabuhan di wilayah Kegubernuran Musandam, Oman, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk.
Informasi mengenai insiden itu disampaikan oleh Pusat Keamanan Maritim Oman dalam pernyataan resmi. Otoritas menyebut kapal tanker tersebut menjadi sasaran serangan ketika sedang melintasi jalur pelayaran internasional yang dikenal sebagai salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia.
“Seluruh 20 penumpang, termasuk 15 warga negara India dan 5 warga negara Iran, telah dievakuasi,” demikian bunyi pernyataan resmi pusat keamanan tersebut. Proses evakuasi dilakukan segera setelah serangan dilaporkan, dengan melibatkan otoritas maritim setempat dan unsur penyelamat terkait.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal dan menyelidiki penyebab pasti serangan tersebut. Belum dijelaskan secara rinci bentuk serangan yang dialami kapal SKYLIGHT, termasuk jenis senjata atau pihak yang diduga bertanggung jawab.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama setelah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas dalam beberapa waktu terakhir. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah menuju pasar global.
Setiap gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga minyak di pasar internasional. Sejumlah negara dilaporkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kapal-kapal berbendera mereka yang melintasi kawasan tersebut.
Otoritas Oman menyatakan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan pelayaran internasional tetap terjaga. Sementara itu, komunitas internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut di jalur pelayaran strategis tersebut.