JAKARTA - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Bahkan, kebijakan ini disebut berpotensi berlanjut hingga tahun-tahun mendatang seiring kondisi fiskal negara yang masih cukup kuat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal yang memadai untuk menjaga stabilitas harga energi. Hal ini disampaikan dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
“Kalau saya bilang, saya masih punya fiscal space. Buktinya apa? BBM (dunia) naik, saya nggak ubah apa-apa, kan?” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk tetap menyalurkan subsidi BBM setidaknya hingga akhir tahun ini. Namun, peluang untuk melanjutkan kebijakan tersebut di tahun-tahun berikutnya tetap terbuka.
“BBM bersubsidi tetap kita jamin, kita subsidi sampai akhir tahun, mungkin sampai tahun-tahun berikutnya. Tapi karena anggaran saya setahun, saya bilang setahun,” jelasnya.
Purbaya mengakui bahwa beban subsidi energi cukup besar, terutama di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Meski demikian, kondisi penerimaan negara yang terus membaik menjadi faktor penopang utama keberlanjutan kebijakan tersebut.
Ia mencontohkan, reformasi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menunjukkan hasil positif. Hingga 31 Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan.
Menurutnya, tren peningkatan penerimaan ini akan terus dijaga agar ruang fiskal tetap aman. Pemerintah optimistis target pertumbuhan penerimaan pajak dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
“Saya akan pertahankan sampai akhir tahun untuk pertumbuhan pajak kita tetap 30%,” tegas Purbaya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan perlindungan daya beli masyarakat. Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menahan laju inflasi sekaligus mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Ke depan, pemerintah tetap akan memantau dinamika global, termasuk pergerakan harga energi, guna memastikan kebijakan subsidi tetap
tepat sasaran dan berkelanjutan.