Garudantara.id
Internasional

Jelang Negosiasi, Israel Tahan Serangan ke Lebanon

Oleh editor • 11 Apr 2026

TEL AVIV - Israel dilaporkan menyetujui penghentian sementara serangan ke Lebanon menjelang rencana perundingan kedua pihak dalam waktu dekat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan bagi proses diplomasi yang didorong oleh Amerika Serikat.

Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional, terutama dari Washington, yang menginginkan situasi lebih kondusif sebelum perundingan dimulai. Sejumlah pejabat menyebut penghentian serangan ini sebagai “gesture” atau langkah itikad baik untuk mendukung dialog damai.

Sumber diplomatik menyatakan bahwa penghentian serangan bersifat sementara dan sangat bergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Israel sendiri belum menyatakan adanya gencatan senjata permanen, melainkan hanya penyesuaian taktis menjelang negosiasi.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tetap fokus pada keamanan nasional. Ia bahkan menyebut operasi militer akan terus dilakukan jika dianggap perlu, meski membuka ruang untuk dialog.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon menyambut langkah tersebut sebagai peluang untuk menekan eskalasi konflik yang telah menelan banyak korban. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan udara Israel ke wilayah Lebanon menyebabkan kerusakan luas serta jatuhnya ratusan korban jiwa.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa negaranya menginginkan gencatan senjata sebagai pintu masuk menuju negosiasi langsung. Ia menyebut satu-satunya jalan keluar dari konflik berkepanjangan ini adalah melalui jalur diplomatik yang melibatkan semua pihak terkait.

Meski demikian, situasi di lapangan masih jauh dari stabil. Kelompok Hezbollah, yang menjadi aktor penting dalam konflik ini, dilaporkan menolak negosiasi langsung dengan Israel dan tetap bersikukuh pada perlawanan bersenjata.

Media internasional seperti Reuters menilai peluang keberhasilan perundingan ini masih kecil, mengingat kompleksitas konflik serta perbedaan kepentingan yang tajam antara pihak-pihak yang terlibat.

Namun demikian, langkah penghentian serangan ini tetap dipandang sebagai sinyal awal menuju deeskalasi. Dunia internasional kini menaruh perhatian besar pada perundingan yang diharapkan dapat meredam konflik dan mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

BACA VERSI LENGKAP