Dubai/Manama – Serangan drone yang diklaim dilakukan oleh pasukan Iran dilaporkan menargetkan sejumlah pusat data milik Amazon di kawasan Teluk, termasuk di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gangguan layanan komputasi awan di kawasan tersebut.
Divisi komputasi awan Amazon, Amazon Web Services (AWS), menyatakan bahwa dua fasilitas pusat datanya di United Arab Emirates terkena serangan langsung drone. Sementara itu, sebuah fasilitas lainnya di Bahrain mengalami kerusakan setelah drone jatuh di dekat area infrastruktur tersebut.
Dalam keterangannya, AWS menjelaskan bahwa serangan tersebut menimbulkan kerusakan struktural, gangguan pasokan listrik, serta kerusakan tambahan akibat proses pemadaman kebakaran yang menggunakan air. Dampak ini sempat menyebabkan gangguan pada sejumlah layanan cloud yang digunakan oleh berbagai perusahaan dan institusi di kawasan Timur Tengah.
Media pemerintah Iran melalui kantor berita Fars melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi yang dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Menurut laporan tersebut, pusat data Amazon dianggap sebagai infrastruktur strategis yang diduga mendukung aktivitas militer dan intelijen pihak yang berseberangan dengan Iran.
Serangan terhadap fasilitas teknologi ini terjadi di tengah meningkatnya konflik regional antara Iran dengan sekutu Barat di Timur Tengah. Sejak akhir Februari 2026, Iran dilaporkan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke sejumlah negara di kawasan Teluk sebagai bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas.
Analis keamanan menyebut serangan terhadap pusat data perusahaan teknologi besar menjadi salah satu perkembangan baru dalam konflik modern. Infrastruktur digital seperti pusat data kini dinilai sebagai target strategis karena berperan penting dalam ekonomi, komunikasi, dan sistem informasi global.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa terkait serangan terhadap fasilitas AWS tersebut. Namun insiden ini menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan infrastruktur digital di kawasan Timur Tengah yang tengah berkembang sebagai pusat teknologi dan komputasi awan global.