Garudantara.id
Ekonomi

Hadapi El Nino 2026, Mentan Amran: Indonesia Sudah Berpengalaman!

Oleh editor • 05 Apr 2026

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian. Pemerintah mengklaim telah memiliki bekal pengalaman yang kuat dalam mengantisipasi dampak kemarau ekstrem tersebut.

Amran menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap ketersediaan stok pangan nasional. Ia menjamin jajaran Kementerian Pertanian telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi strategis berdasarkan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kami sudah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola dampak El Nino. Strategi yang kami siapkan sudah teruji di lapangan pada periode-periode sebelumnya," ujar Amran dalam keterangannya kepada media.

Keyakinan ini didasari oleh keberhasilan pemerintah dalam menjaga produktivitas padi dan jagung meski dihantam cuaca ekstrem di masa lalu. Amran menyebut koordinasi antar-lembaga kini jauh lebih solid untuk mengamankan jalur distribusi pangan.

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah percepatan masa tanam di wilayah-wilayah yang masih memiliki ketersediaan air cukup. Pemerintah juga telah menyiagakan ribuan unit pompa air untuk membantu petani di daerah terdampak kekeringan.

"Kami pastikan pangan aman. Tim di lapangan terus bergerak untuk memastikan pompanisasi dan alat mesin pertanian bekerja maksimal menyuplai air ke sawah-sawah rakyat," lanjut Amran menegaskan.

Selain infrastruktur air, Mentan juga menyoroti pentingnya penggunaan benih unggul yang tahan terhadap kekeringan. Kementerian Pertanian dilaporkan telah mendistribusikan bantuan benih secara masif ke kantong-kantong produksi pangan utama di seluruh Indonesia.

Amran mengingatkan jajarannya agar tidak lengah sedikit pun dalam memantau fluktuasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia meminta para penyuluh lapangan tetap mendampingi petani guna meminimalisir risiko gagal panen.

Dalam kunjungannya ke beberapa daerah sentra produksi, Amran melihat optimisme petani masih cukup tinggi. Hal ini dikarenakan bantuan pemerintah, mulai dari pupuk hingga pembiayaan, terus dikucurkan tepat waktu untuk menjaga semangat tanam.

Meskipun El Nino membawa risiko kekeringan, Mentan optimis target produksi tahun ini tetap dapat tercapai sesuai rencana. Pemerintah terus berupaya agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga swasembada di tengah tantangan perubahan iklim global.

Langkah mitigasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan di tingkat pasar domestik. Dengan stok yang melimpah, potensi inflasi akibat kenaikan harga komoditas pangan diharapkan dapat ditekan serendah mungkin.

Penegasan Mentan Amran ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar dan masyarakat luas. Kerja keras lintas sektor kini menjadi kunci utama agar ketahanan pangan nasional tetap kokoh menghadapi tantangan alam di tahun 2026.

BACA VERSI LENGKAP