JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung kesiapan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta sebagai lokasi Sekolah Rakyat rintisan pada Minggu (19/4/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan bagi masyarakat yang membutuhkan dalam waktu dekat.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi oleh Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, serta Ketua STIP, Tri Cahyadi. Fokus utama pemantauan adalah mengecek kondisi struktur bangunan dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan hasil survei teknis, terdapat empat bangunan utama dan dua fasilitas olahraga di kawasan STIP yang akan dimanfaatkan. Area tersebut mencakup Asrama Taruna E, Taruna J, Wisma Bahari II, gedung Nautika, serta lapangan tenis dan sepak bola.
"Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar," ujar Bisma Staniarto dalam keterangan tertulisnya.
Bisma menjelaskan bahwa secara struktur, bangunan di STIP masih sangat layak tanpa kerusakan pada fondasi maupun atap. Perbaikan hanya menyasar aspek arsitektur ringan seperti pintu, jendela, dan penggantian lampu.
"Kami optimistis akhir April seluruh perbaikan bisa dituntaskan dan gedung siap digunakan pada awal Mei," tambah Bisma mengenai target renovasi singkat tersebut.
Sementara itu, Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan siswa tanpa mengandalkan tes akademik konvensional. Pemerintah menargetkan kuota nasional meningkat dari 16.000 menjadi 30.000 siswa tahun ini.
Khusus wilayah Jakarta, telah ditetapkan 10 titik sekolah rintisan dengan target daya tampung mencapai 1.000 siswa secara bertahap. Gus Ipul menjamin proses seleksi siswa dilakukan secara ketat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan," tegas Gus Ipul.
Kementerian Sosial memastikan bahwa kendala lapangan relatif minim dan hanya membutuhkan perbaikan minor pada fasilitas penunjang. Dengan selesainya renovasi pada akhir April, kegiatan pendidikan diharapkan dapat langsung dimulai secara efektif pada awal Mei mendatang.