LAMPUNG SELATAN – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026). Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Juni mendatang agar dapat digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Pembangunan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan 104 sekolah permanen di seluruh Indonesia. Proyek di Lampung sendiri menempati lahan milik Pemerintah Provinsi, sementara konstruksinya digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan dana APBN.
"Saya berterima kasih dan bergembira karena pembangunan di sini berjalan dengan baik, targetnya Juni sudah selesai," ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan di lokasi proyek.
Untuk mengejar tenggat waktu yang ketat, pemerintah mengerahkan sekitar 600 pekerja di setiap titik pembangunan. Secara nasional, terdapat kurang lebih 60 ribu tenaga kerja yang terlibat aktif dalam percepatan fasilitas pendidikan ini.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah sangat serius memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat. Targetnya, total siswa secara nasional akan melampaui 45 ribu orang pada tahun 2026 ini.
"Tahun depan sudah tambah lagi 60 ribu, berarti sudah lebih dari 100 ribu. Sehingga di 2028 sudah lebih 200 ribu siswa yang akan mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat," tambah Gus Ipul penuh optimisme.
Khusus di Sekolah Rakyat Kotabaru, Desa Purwotani, progres fisik saat ini telah mencapai 35,52 persen. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 95.478 meter persegi ini dijadwalkan selesai sepenuhnya pada 20 Juni 2026.
Fasilitas pendidikan ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan, di mana ruang terbuka hijau (RTH) mencapai hampir 70 persen dari total kawasan. Setelah beroperasi, sekolah ini mampu menampung 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Hadir mendampingi Mensos dalam kunjungan tersebut, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Lampung Kementerian PU, Pendi Maita, dan VP Operasi 2 PT Brantas Abipraya, Ade Achmad. Hadir pula pejabat daerah setempat, termasuk Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi.