Garudantara.id
Nasional

Gempa M7,6 Guncang Laut Maluku, 48 Susulan Tercatat

Oleh editor • 02 Apr 2026

Bitung, Sulawesi Utara — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 akibat aktivitas subduksi mengguncang perairan Laut Maluku, sekitar 129 kilometer tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Manado, Gorontalo, hingga Ternate, dan memicu warga keluar dari bangunan untuk menyelamatkan diri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur dengan kedalaman 33 kilometer. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan resmi yang disampaikan sekitar pukul 06.00 WIB menjelaskan gempa dipicu aktivitas subduksi lempeng di zona Laut Maluku yang dikenal memiliki tingkat aktivitas seismik tinggi.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara tak lama setelah gempa terjadi. Masyarakat di kawasan pesisir diminta menjauhi pantai sebagai langkah mitigasi awal guna mengantisipasi potensi kenaikan muka air laut.

Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi kenaikan muka air laut berkisar antara 0,13 meter hingga 0,75 meter di sejumlah titik pengamatan, termasuk wilayah Minahasa Utara dan sekitarnya. Setelah dilakukan analisis lanjutan, BMKG memastikan tidak terdapat potensi gelombang tsunami berbahaya sehingga peringatan dini tsunami dicabut pada Kamis pagi.

Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG mencatat sebanyak 48 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Aktivitas gempa susulan tersebut menunjukkan proses penyesuaian energi di zona sumber gempa masih berlangsung pascagempa utama.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan terjadi di sejumlah wilayah terdampak. Kerusakan meliputi rumah warga serta beberapa fasilitas umum, meskipun hingga kini proses pendataan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam laporan resmi yang disampaikan sekitar pukul 10.15 WIB menyatakan bahwa tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat, asesmen kerusakan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan struktural serta tidak beraktivitas di wilayah pesisir hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh otoritas berwenang.

Hingga Kamis siang, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan relatif terkendali. Aktivitas masyarakat mulai berangsur pulih, meskipun pemantauan terhadap gempa susulan dan kondisi lapangan masih terus dilakukan oleh instansi terkait guna memastikan situasi tetap aman.

BACA VERSI LENGKAP