Garudantara.id
Internasional

Geger! Penemuan Jenazah di Kapal Thailand yang Diserang di Selat Hormuz

Oleh editor • 05 Apr 2026

TEHERAN - Misteri hilangnya awak kapal kargo asal Thailand yang sempat diserang di kawasan Selat Hormuz akhirnya menemui titik terang. Otoritas keamanan setempat melaporkan telah menemukan jenazah yang diduga kuat merupakan kru kapal tersebut.

Penemuan ini terjadi setelah operasi pencarian intensif dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Jasad korban ditemukan berada di dalam kompartemen kapal yang mengalami kerusakan parah akibat serangan yang terjadi beberapa hari lalu.

Berdasarkan laporan dari otoritas maritim, kapal Thailand tersebut menjadi sasaran serangan saat melintasi jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Serangan ini memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas keamanan di wilayah Selat Hormuz.

Tim penyelamat menemukan jenazah tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan di dekat area mesin. Petugas segera mengevakuasi korban ke fasilitas medis terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut dan autopsi.

Juru bicara otoritas pelabuhan, Ahmad Mousavi, mengonfirmasi bahwa penemuan ini mengakhiri spekulasi mengenai nasib kru yang sempat dinyatakan hilang. "Kami telah menemukan satu jenazah di lokasi yang sulit dijangkau akibat puing-puing ledakan," ujarnya.

Mousavi menambahkan bahwa fokus saat ini adalah melakukan koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Thailand. Pemerintah setempat berupaya untuk segera memulangkan jenazah kepada pihak keluarga di negara asal.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal kargo tersebut. Tim investigasi internasional dilaporkan tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap jenis proyektil yang digunakan.

Ketegangan di Selat Hormuz memang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Insiden yang menimpa kapal Thailand ini menambah daftar panjang gangguan keamanan yang mengancam arus logistik global.

Pihak perusahaan pemilik kapal menyatakan duka mendalam atas insiden ini. Mereka berkomitmen untuk memberikan kompensasi penuh dan dukungan bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api sempat berkobar hebat sesaat setelah ledakan terjadi. Beruntung, sistem pemadam otomatis kapal berfungsi sebagian sehingga kapal tidak tenggelam sepenuhnya di jalur pelayaran.

Jalur Selat Hormuz merupakan titik sempit yang menghubungkan produsen minyak di Timur Tengah dengan pasar utama di Asia dan Eropa. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dipastikan akan berdampak pada fluktuasi harga energi dunia.

Otoritas keamanan kini memperketat patroli di sepanjang perairan tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Sejumlah kapal komersial pun dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan selama pelayaran.

BACA VERSI LENGKAP