Garudantara.id
Nasional

Geger! 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak PBB Seret Pelaku ke Pengadilan!

Oleh editor • 08 Apr 2026

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bereaksi keras atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI saat bertugas di Lebanon. Indonesia secara resmi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengusut tuntas dan menyeret pelaku penembakan ke pengadilan.

Ketiga prajurit TNI tersebut gugur dalam menjalankan misi sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Serangan yang menyasar personel perdamaian ini memicu kecaman luas karena dianggap melanggar norma hukum internasional secara terang-terangan.

Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional (KPI) Kemlu, Veronica Vicka Ancilla Rompis, menyatakan bahwa Indonesia menuntut akuntabilitas penuh atas tragedi ini. Indonesia telah menyampaikan nota diplomatik untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

"Indonesia mendesak agar investigasi segera dilakukan dan para pelaku harus diadili sesuai hukum internasional yang berlaku," tegas Veronica Vicka Ancilla Rompis dalam keterangannya.

Veronica menambahkan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Ia menekankan bahwa personel PBB seharusnya mendapatkan perlindungan penuh di wilayah konflik.

Menurut Veronica, Indonesia juga telah meminta UNIFIL untuk memberikan laporan kronologi lengkap dan memastikan keamanan bagi personel lainnya yang masih bertugas. Keselamatan prajurit menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar dalam misi perdamaian ini.

"Keamanan prajurit kita di lapangan tidak bisa ditawar. Kami menuntut jaminan keamanan yang lebih ketat agar insiden memilukan seperti ini tidak terulang kembali," lanjut Veronica.

Di sisi lain, pemerintah RI terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk proses pemulangan jenazah ketiga patriot tersebut ke tanah air. Indonesia memastikan akan mengawal kasus ini hingga pihak yang bertanggung jawab menerima konsekuensi hukum yang setimpal.

Desakan Indonesia ini menjadi sorotan internasional mengingat posisi RI sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian terbesar di dunia. Keberanian dan pengabdian prajurit TNI di medan konflik diharapkan tetap dihormati oleh semua pihak yang bertikai.

Saat ini, situasi keamanan di Lebanon dilaporkan masih sangat volatil. Indonesia kembali mengimbau semua pihak untuk menghormati mandat PBB demi tercapainya stabilitas kawasan dan mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dari pasukan perdamaian.

BACA VERSI LENGKAP