Garudantara.id
Nasional

Gawat, Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Ambil Langkah Diplomasi

Oleh Garudantara • 05 Mar 2026

Jakarta - Dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina International Shipping dilaporkan masih tertahan di kawasan Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Pemerintah Indonesia kini menempuh jalur diplomasi untuk memastikan kapal dan awaknya dapat keluar dengan aman dari wilayah tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik agar kedua kapal tanker tersebut dapat meninggalkan kawasan yang terdampak konflik. Upaya diplomasi dan komunikasi internasional sedang dilakukan untuk membuka jalur pelayaran yang aman bagi kapal tersebut.

Menurut keterangan Pertamina, kondisi kapal beserta seluruh awaknya saat ini dipastikan dalam keadaan aman, meskipun aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mengalami gangguan signifikan akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia, karena sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati wilayah ini. Ketegangan militer yang terjadi sejak akhir Februari 2026 membuat banyak kapal tanker dan kapal kargo tertahan atau menunda perjalanan demi alasan keselamatan.

Pemerintah Indonesia juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan energi nasional apabila situasi di kawasan tersebut berlarut-larut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mencari sumber impor minyak mentah alternatif dari negara lain yang tidak melalui jalur Selat Hormuz.

Sejauh ini, pemerintah memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman sambil terus memantau perkembangan konflik geopolitik yang berpotensi memengaruhi distribusi minyak global.

BACA VERSI LENGKAP