Garudantara.id
Ekonomi

Garuda Indonesia Rugi Triliunan, Rating Skytrax Turun

Oleh Garudantara • 20 Mar 2026

Jakarta – Maskapai nasional Garuda Indonesia kembali menghadapi tekanan berat. Selain mencatatkan kerugian hingga triliunan rupiah, maskapai pelat merah itu juga kehilangan predikat bintang lima dari lembaga pemeringkat penerbangan global, Skytrax.

Mengutip laporan yang diberitakan Bloomberg Technoz Jumat (20/3), Garuda Indonesia membukukan kerugian sekitar US$319 juta atau setara Rp5,3 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, seiring tingginya beban operasional dan tekanan pada pendapatan.

Penurunan kinerja keuangan ini juga beriringan dengan turunnya reputasi layanan. Masih berdasarkan laporan Bloomberg Technoz, Skytrax resmi menurunkan peringkat Garuda Indonesia dari bintang lima menjadi bintang empat pada 2026. Penilaian tersebut mencakup aspek kualitas kabin, pelayanan awak, hingga kondisi armada yang dinilai perlu pembaruan.

Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Nasional, Alvin Lie, menilai penurunan rating tersebut bukan tanpa sebab. Dalam keterangannya yang dikutip IDX Channel, ia menyebut konsistensi layanan Garuda mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

“Standar layanan bintang lima itu sangat tinggi. Ketika ada penurunan di beberapa aspek, terutama armada dan pelayanan, maka rating bisa turun,” ujar Alvin Lie.

Sementara itu, manajemen Garuda Indonesia mengakui adanya penyesuaian peringkat tersebut. Dalam pernyataan resminya yang dikutip Suara.com, perusahaan menyebut penurunan ini akan menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh.

Garuda, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu maskapai premium dunia, kini tengah berupaya menyeimbangkan efisiensi biaya dengan peningkatan layanan. Langkah transformasi terus dilakukan, termasuk optimalisasi rute dan perbaikan kualitas produk.

Pengamat menilai, penurunan rating dapat memengaruhi persepsi pasar, khususnya pada segmen penumpang premium. Namun demikian, peluang pemulihan tetap terbuka apabila perusahaan mampu memperbaiki kinerja operasional dan menjaga konsistensi layanan.

Untuk saat ini, Garuda Indonesia dihadapkan pada dua tantangan besar: memulihkan kondisi keuangan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin ketat.

BACA VERSI LENGKAP