Garudantara.id
Internasional

Dunia di Ambang Perang? Trump Beri Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz Besok!

Oleh editor • 06 Apr 2026

WASHINGTON D.C. – Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik didih setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman militer paling keras terhadap Teheran. Trump secara resmi menggeser batas waktu (deadline) bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz hingga Selasa besok.

Langkah ini diambil menyusul aksi blokade Iran di jalur pelayaran minyak paling vital di dunia tersebut. Penutupan Selat Hormuz telah memicu kepanikan pasar global dan kekhawatiran akan terjadinya krisis energi yang melumpuhkan ekonomi dunia.

Presiden Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan menoleransi gangguan pada arus perdagangan internasional. Ia memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur strategis Iran jika tuntutan pembukaan jalur tersebut tidak dipenuhi.

"Jika Selat Hormuz tidak dibuka pada hari Selasa, kami akan menghancurkan infrastruktur mereka. Ini bukan gertakan, ini adalah peringatan terakhir kami," tegas Trump dalam pernyataan resminya di Gedung Putih.

Laporan koresponden senior The Associated Press di Washington menyebutkan bahwa Pentagon telah menyiagakan armada tempur tambahan di sekitar Teluk Oman. Langkah ini dipandang sebagai bentuk keseriusan AS dalam menegakkan ancaman tersebut secara fisik.

Gedung Putih menyatakan bahwa blokade Iran adalah pelanggaran berat terhadap hukum laut internasional. Selain itu, tindakan tersebut dianggap sebagai agresi ekonomi langsung terhadap negara-negara importir energi di seluruh dunia.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran melalui saluran resminya menegaskan bahwa penutupan selat adalah respons atas sanksi sepihak AS. Teheran mengklaim memiliki hak kedaulatan untuk mengamankan wilayah perairannya dari kehadiran militer asing.

Analisis dari jurnalis ekonomi Bloomberg menunjukkan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur bagi hampir 20% dari total konsumsi minyak dunia. Gangguan sedikit saja pada jalur ini dapat menyebabkan harga minyak meroket melampaui angka psikologis tertinggi.

Sekretaris Jenderal PBB telah menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri demi mencegah eskalasi militer yang lebih luas. Namun, Trump tampak tetap pada posisi garis kerasnya untuk memaksa Iran tunduk melalui tekanan militer maksimal.

"Kami memiliki kekuatan militer yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya. Saya harap mereka (Iran) cukup pintar untuk mendengarkan," tambah Trump dalam kutipan yang dilansir dari berbagai sumber internasional.

Situasi di lapangan saat ini dilaporkan sangat mencekam dengan pergerakan kapal perang AS yang semakin mendekat ke zona konflik. Seluruh mata dunia kini tertuju pada hari Selasa, yang diprediksi akan menjadi penentu masa depan stabilitas global.

Jika eskalasi militer benar-benar pecah, pengamat dari Reuters memprediksi rantai pasokan logistik global akan mengalami kelumpuhan total. Negara-negara di Asia dan Eropa kini tengah bersiap menghadapi skenario terburuk dari konfrontasi dua kekuatan besar ini.

BACA VERSI LENGKAP