Garudantara.id
Internasional

Dunia di Ambang Perang! Trump Beri Ultimatum 4 Jam: Ratakan Iran Malam Ini?

Oleh editor • 07 Apr 2026

WASHINGTON D.C. – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih tertinggi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman militer paling keras terhadap Iran. Trump memberikan peringatan bahwa peradaban Iran bisa musnah dalam waktu singkat jika tuntutan Washington tidak dipenuhi.

Inti dari kemarahan Gedung Putih kali ini adalah penutupan Selat Hormuz oleh militer Iran. Jalur air strategis tersebut merupakan urat nadi distribusi minyak dunia, dan penutupannya telah memicu guncangan hebat pada ekonomi global.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump memberikan batas waktu yang sangat sempit bagi Teheran untuk membuka kembali jalur tersebut. Ia menegaskan bahwa militer AS sudah dalam posisi siap tempur (standby) untuk melakukan tindakan destruktif.

"Saya katakan kepada mereka, kalian memiliki waktu yang sangat singkat. Jika Selat Hormuz tidak dibuka sekarang, seluruh peradaban kalian akan musnah malam ini juga," tegas Donald Trump dalam pidato resminya yang disiarkan secara global.

Ancaman ini bukan sekadar gertakan politik biasa. Trump bahkan merinci durasi waktu yang dibutuhkan militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan udara berskala besar yang diklaim mampu melumpuhkan infrastruktur vital Iran secara total.

"Kami tidak butuh waktu berhari-hari. Saya sudah memerintahkan Pentagon untuk bersiap. Dalam waktu 4 jam, kami bisa meratakan apa yang mereka banggakan selama ini," lanjut Trump dengan nada lugas.

Koresponden senior bidang keamanan dari Reuters, Steve Holland, melaporkan bahwa pangkalan-pangkalan udara AS di Qatar dan Arab Saudi telah menunjukkan aktivitas yang tidak biasa sejak ultimatum tersebut dikeluarkan. Pesawat pembom strategis B-52 dikabarkan sudah berada di udara untuk melakukan patroli tempur.

Sementara itu, analis politik internasional dari The Associated Press (AP), Jonathan Lemire, menilai retorika Trump kali ini adalah bentuk tekanan maksimal untuk memaksa Iran tunduk tanpa negosiasi panjang. Namun, risiko salah kalkulasi di lapangan tetap menjadi kekhawatiran utama para pemimpin dunia.

Pihak Teheran sendiri hingga saat ini belum memberikan jawaban resmi atas ultimatum 4 jam tersebut. Penutupan Selat Hormuz sebelumnya diklaim Iran sebagai bentuk pertahanan diri atas sanksi ekonomi sepihak yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat.

Dunia kini menanti dengan cemas saat jarum jam mendekati batas waktu yang ditentukan oleh Washington. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam sesaat setelah ancaman "pemusnahan peradaban" tersebut tersebar di berbagai kanal berita internasional.

Dewan Keamanan PBB kabarnya tengah berupaya melakukan kontak diplomatik terakhir guna mencegah pecahnya konfrontasi bersenjata di kawasan Teluk. Namun, dengan sikap keras yang ditunjukkan Trump, ruang untuk diplomasi tampaknya semakin menyempit.

"Ini bukan lagi soal negosiasi, ini soal kepatuhan. Jika mereka memilih jalan keras, maka malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi sejarah dunia," tutup Trump dalam pernyataannya.

BACA VERSI LENGKAP