SURABAYA –KEMPALAN : Sebuah revolusi olahraga baru saja mendarat di tanah air! Belum genap setahun sejak sosialisasinya dimulai pada 2025, cabang olahraga (cabor) asal negeri jiran Malaysia, Dragonshot, kini tengah menjadi fenomena panas di kalangan pegiat olahraga Indonesia.
Menggabungkan intensitas Badminton, Tenis, dan Tenis Meja, Dragonshot kini tengah “membakar” semangat para guru dan pelajar di berbagai kota besar, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga merambah ke jantung Jawa Tengah dan DIY. Namun, Jawa Timur-lah yang kini disebut-sebut sebagai “kawah candradimuka” perkembangan cabor ini.
Di bawah komando Dr. Mohammad Faruk, S.Pd., M.Kes penggiat Dragonshot Indonesia yang juga dosen di FIKK Unesa dikenal sangat agresif dan “getol” melakukan sosialisasi, cabor ini diterima dengan antusiasme luar biasa. Pusat pergerakannya di Jawa Timur bermula dari SMA Negeri 13 Surabaya, yang kini menjadi magnet bagi para guru KKG PJOK (Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan).
Tak hanya Surabaya, demam Dragonshot telah menjalar ke Bangkalan (Madura), Gresik, hingga Probolinggo. dan Kota kota besar di Jawa Timur. Para guru di jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK sederajat dilaporkan tekun mempelajari teknik permainan yang unik ini.
“Kami melihat potensi besar. Dragonshot sangat fleksibel, bisa dimainkan di lapangan indoor maupun outdoor tanpa kendala berarti,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK Unesa) dengan nada optimis.
Misi Mendunia: Gandeng Unesa & Bidik Kursi KONI 2026
Tidak main-main, Mohammad Faruk mengungkapkan langkah strategis untuk membawa Dragonshot ke level internasional dengan menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebagai kampus rujukan olahraga nasional, Unesa dipercaya mampu memberikan landasan ilmiah dan teknis agar Dragonshot bisa diakui secara global.
“Kami percaya lewat Unesa, Dragonshot bisa mendunia! Target besar kami adalah sebelum akhir tahun 2026, cabor ini sudah resmi diakui dan menjadi anggota KONI. Saat ini, prosesnya sedang digodog dalam AD/ART,” tambah Faruk.
Dalam waktu dekat, gebrakan besar berupa Turnamen Antar Pelajar dan Guru PJOK akan segera digelar untuk menjaring bibit unggul atlet Dragonshot Indonesia.
APA ITU DRAGONSHOT? (Spesifikasi & Aturan Main)
Bagi Anda yang penasaran, inilah alasan mengapa Dragonshot begitu cepat populer:
- Spesifikasi Peralatan:
Alat Pemukul (Raket): Memiliki karakteristik unik, gabungan antara raket tenis meja yang diperbesar namun dengan fleksibilitas raket badminton.
Bola: Menggunakan bola khusus dengan aerodinamika tinggi yang memungkinkan pukulan “menukik” tajam layaknya naga (Dragonshot).
Lapangan: Luas lapangan menyerupai lapangan badminton, namun dengan aturan garis yang lebih dinamis. - Cara Bermain:
Permainan bisa dilakukan secara Tunggal (Single) maupun Ganda (Double).
Servis dilakukan dengan teknik khusus di mana bola harus melambung melewati net namun tetap dalam jangkauan kontrol lawan.
Poin didapat jika bola jatuh di area lawan atau lawan gagal mengembalikan bola melewati net. - Aturan Dasar:
Sistem skor biasanya menggunakan sistem rally point (mirip badminton).
Pemain dilarang menyentuh net dengan bagian tubuh atau alat pemukul.
Kemenangan ditentukan melalui sistem best of three atau best of five set, tergantung level turnamen.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)