Garudantara.id
Mancanegara

Demo ‘No Kings’ Meledak di Amerika Melawan Kekuasaan

Oleh editor • 29 Mar 2026

WASHINGTON D.C. — Gelombang demonstrasi bertajuk “No Kings” muncul di berbagai kota di Amerika Serikat, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap arah demokrasi di negara tersebut.

Sejumlah media internasional seperti Reuters dan BBC News melaporkan bahwa ribuan warga turun ke jalan di kota-kota besar seperti Washington D.C., New York City, dan Los Angeles. Massa membawa berbagai poster bertuliskan “No Kings” sebagai simbol penolakan terhadap kepemimpinan yang dianggap cenderung otoriter.

Dalam laporan The New York Times, gerakan ini disebut sebagai bentuk konsolidasi masyarakat sipil yang mengingatkan kembali prinsip dasar berdirinya Amerika Serikat, yakni penolakan terhadap sistem monarki dan kekuasaan absolut.

Seorang demonstran dalam aksi di Washington, sebagaimana dikutip CNN, menyatakan bahwa tidak boleh ada individu yang berada di atas hukum. “Kami ingin memastikan demokrasi tetap berjalan dan konstitusi dihormati,” ujarnya.

Pengamat politik yang diwawancarai Al Jazeera menilai aksi ini mencerminkan meningkatnya partisipasi publik dalam menjaga demokrasi, terutama menjelang dinamika politik besar seperti pemilu nasional.

Sementara itu, aparat keamanan tetap disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi. Berdasarkan laporan Associated Press, sebagian besar aksi berlangsung damai meskipun sempat terjadi ketegangan kecil di beberapa titik.

Gerakan “No Kings” dinilai bukan sekadar aksi protes biasa, melainkan simbol perlawanan terhadap potensi kemunduran demokrasi. Dengan membawa pesan historis, para demonstran ingin menegaskan bahwa sistem pemerintahan di Amerika Serikat tidak mengenal kekuasaan absolut seperti monarki.

BACA VERSI LENGKAP