Manila – Konflik yang melibatkan Iran dengan negara-negara Barat dan Israel mulai berdampak ke berbagai negara, termasuk Filipina. Salah satu dampak yang dirasakan adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta meningkatnya sentimen anti-Amerika Serikat dan anti-Israel di sejumlah wilayah.
Di ibu kota Manila, aksi demonstrasi terjadi di kawasan Roxas Boulevard pada akhir pekan. Sejumlah pengunjuk rasa dilaporkan bentrok dengan aparat kepolisian ketika mencoba bergerak menuju United States Embassy Manila.
Para demonstran menyampaikan protes terhadap apa yang mereka sebut sebagai sikap arogan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang melibatkan Iran. Mereka juga mengecam serangan terhadap Iran yang dinilai memperburuk situasi keamanan global.
Ketegangan sempat meningkat ketika massa mencoba menembus barikade polisi untuk melanjutkan aksi menuju kedutaan besar Amerika Serikat. Aparat kemudian berupaya membubarkan massa guna mencegah kerusuhan yang lebih luas.
Selain memicu demonstrasi, konflik geopolitik tersebut juga berdampak pada sektor energi di Filipina. Kenaikan harga minyak dunia ikut mendorong harga BBM domestik naik, sehingga menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat.
Pengamat menilai, jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut, dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan politik di berbagai negara, termasuk di Asia Tenggara, berpotensi semakin besar.