Beijing – Pemerintah China resmi mengeluarkan peringatan keras kepada warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Iran sementara situasi keamanan di negara itu terus memburuk menyusul meningkatnya ketegangan militer di kawasan. Peringatan ini disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri China dan misi diplomatiknya setelah otoritas Beijing menilai risiko keselamatan warga negara China meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.
Dilansir CNN Larangan Perjalanan dan Evakuasi, dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri China menyatakan: Warga China dilarang melakukan perjalanan ke Iran untuk sementara waktu sampai situasi benar-benar stabil.
Pemerintah juga mendesak warga negara China yang saat ini berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Warga diimbau memperkuat tindakan keamanan pribadi dan evakuasi sesegera mungkin melalui jalur komersial atau darat yang masih tersedia.
Kedutaan dan konsulat China di Iran serta negara tetangga siap memberikan bantuan logistik dan konsuler bagi mereka yang ingin meninggalkan negara itu.
Ini merupakan langkah pencegahan atas meningkatnya ancaman keamanan eksternal di Iran, termasuk potensi keterlibatan militer Amerika Serikat dan sekutu dalam konflik yang berkembang, serta serangan udara yang telah mengguncang beberapa kota besar di Iran.
Konsekuensi Diplomatik dan Keamanan
Langkah Beijing ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas dari pemerintah di berbagai negara terhadap keselamatan warga negaranya di kawasan Timur Tengah. Negara-negara lain, seperti Italia dan negara-negara anggota NATO, juga mendesak warganya di Iran untuk meninggalkan wilayah tersebut demi menghindari risiko yang tidak menentu.
Peringatan China muncul di tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan — namun masih terus menghadapi banyak tantangan