Garudantara.id
Ekonomi

BTN Sudah Salurkan 6 Juta KPR Hinggal Awal April 2026

Oleh editor • 11 Apr 2026

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat pencapaian signifikan dengan menyalurkan enam juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga awal April 2026. Total nilai penyaluran tersebut mencapai Rp530 triliun sejak 1976, menegaskan peran strategis BTN dalam sektor perumahan nasional.

Capaian ini menunjukkan kontribusi berkelanjutan BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, peran tersebut juga memperkuat fondasi ekosistem perumahan nasional secara menyeluruh.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa angka enam juta unit KPR merupakan refleksi perjalanan panjang perseroan dalam membangun pembiayaan perumahan.

“BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, pembiayaan terhadap jutaan rumah tersebut turut berkontribusi pada stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perumahan memiliki dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Ke depan, BTN terus memperkuat transformasi bisnis melalui strategi beyond mortgage. Dalam strategi ini, BTN tidak hanya fokus pada pembiayaan rumah, tetapi juga memperluas layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara menyeluruh.

“Kami juga menghadirkan inovasi pembiayaan melalui bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, sehingga nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi,” kata Nixon.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyebut pencapaian tersebut didorong oleh konsistensi kinerja penyaluran serta perluasan akses pembiayaan di berbagai wilayah.

Menurutnya, permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, meski sektor perumahan masih menghadapi tantangan dari sisi pasokan.

“Permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sektor perumahan lebih banyak berasal dari sisi supply,” jelas Hirwandi.

Dari sisi debitur, mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rata-rata penghasilan pemohon berada di kisaran Rp4,9 juta per bulan, yang didominasi pekerja sektor informal maupun formal.

Selain KPR, BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Maret 2026, realisasi KPP mencapai sekitar Rp2,17 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 3.200 debitur.

Tak hanya itu, BTN turut menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Nilai penyaluran KUR tercatat mencapai Rp2,72 triliun hingga Maret 2026.

Seiring transformasi bisnis, BTN juga mengembangkan platform digital seperti Bale Properti untuk mempermudah akses pembiayaan dan pencarian hunian. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi dan efisien.

Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR sebanyak 240.950 unit sepanjang 2026. Target ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung program perumahan nasional serta memperluas akses hunian layak bagi masyarakat Indonesia.

BACA VERSI LENGKAP