Garudantara.id
Nasional

BHS Desak Pemerintah Utamakan Produk Dalam Negeri, Kebutuhan Kereta Diminta Dipesan ke INKA

Oleh Garudantara • 06 Mar 2026

Madiun – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meminta pemerintah memberikan dukungan penuh kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA agar mampu memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian nasional. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas transportasi massal sekaligus mendorong kemandirian industri dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan pemilik sapaan akrab BHS saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi INKA di Madiun, Jawa Timur, Jumat. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keberadaan INKA memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi satu-satunya industri manufaktur kereta api di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki perusahaan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah, terutama dalam memenuhi kebutuhan kereta dan lokomotif di dalam negeri.

“INKA ini industri yang sangat strategis, sehingga pemerintah harus memperhatikannya,” ujar BHS, Jumat (6/3)

Ia menekankan bahwa kebutuhan sarana perkeretaapian nasional seharusnya dapat dipenuhi oleh industri domestik tanpa harus bergantung pada produk impor. Dengan kapasitas teknologi dan sumber daya yang dimiliki, INKA dinilai mampu memproduksi berbagai jenis kereta maupun lokomotif yang sesuai dengan kebutuhan operator transportasi di Indonesia.

BHS juga menyinggung rencana pengadaan puluhan lokomotif oleh operator kereta nasional. Menurutnya, pengadaan tersebut seharusnya diprioritaskan kepada industri dalam negeri.

“Karena sudah ada INKA, PT Kereta Api Indonesia itu pesannya ya ke INKA-lah, jangan keluar negeri. Kemarin kan ada soal 54 lokomotif itu. INKA sudah bisa membuat lokomotif dengan kecepatan dan standar yang bisa menyesuaikan kebutuhan KAI,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dukungan berupa pemesanan dari operator dalam negeri akan menjadi faktor penting bagi INKA untuk terus melakukan pengembangan teknologi serta penyempurnaan kualitas produksinya.

Selain itu, BHS menilai kebutuhan sarana perkeretaapian di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pengembangan infrastruktur transportasi di berbagai wilayah.

Salah satu proyek yang dinilai akan mendorong peningkatan kebutuhan kereta adalah pembangunan jaringan Trans Sumatra Railway yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional.

Proyek tersebut dirancang untuk membangun jaringan rel kereta api terpadu sepanjang sekitar 2.100 kilometer yang menghubungkan wilayah Lampung hingga Medan di Sumatera. Menurut Bambang Haryo, pembangunan jalur tersebut saat ini tinggal menyelesaikan sekitar 1.000 kilometer lagi.

“Trans Sumatera itu tinggal sekitar 1.000 kilometer lagi selesai. Kalau sudah jadi, ekonomi akan bisa menggeliat luar biasa,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran jaringan kereta api terpadu akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dalam mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera.

Menurutnya, kebutuhan angkutan logistik di Sumatera sangat besar, ditambah dengan potensi angkutan penumpang yang juga terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah dinilai perlu mempersiapkan sistem transportasi publik yang mampu mengangkut penumpang dan barang dalam kapasitas besar secara efisien.

“Kondisi seperti itu harus diantisipasi dengan transportasi publik super massal. Ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah,” kata BHS.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap industri kereta nasional dapat memperkuat kemandirian transportasi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konektivitas antarwilayah.

BACA VERSI LENGKAP