Garudantara.id
Nasional

BBM ASEAN MELEDAK! Harga Melonjak Serentak Maret 2026, Filipina Krisis, Indonesia Tetap Stabil

Oleh Garudantara • 28 Mar 2026

Jakarta — Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) melanda hampir seluruh negara Asia Tenggara sepanjang Maret 2026, dipicu kenaikan harga minyak global dan terganggunya jalur distribusi energi dunia. Sejumlah negara mengalami kenaikan tajam, bahkan hingga memicu krisis energi, sementara Indonesia relatif stabil berkat kebijakan subsidi pemerintah.

Di Thailand, harga solar yang sebelumnya berada di kisaran 33 baht per liter pada Februari, melonjak menjadi sekitar 38 hingga 39 baht per liter pada Maret. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah mulai mengurangi intervensi harga dan mencabut sebagian kebijakan pembatasan. Kenaikan serupa juga terjadi pada bensin jenis gasohol yang kini menembus 41 baht per liter.

Sementara itu, Vietnam mencatat lonjakan signifikan terutama pada bahan bakar jenis diesel. Harga RON95 naik ke kisaran 33.000–33.800 dong per liter, sedangkan diesel dilaporkan melonjak tajam akibat penyesuaian mengikuti harga pasar internasional berbasis Mean of Platts Singapore (MOPS).

Kondisi paling serius terjadi di Filipina. Pemerintah setempat bahkan menetapkan status darurat energi nasional setelah harga BBM naik berturut-turut dalam beberapa pekan. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan tutup, sementara masyarakat melakukan panic buying. Laporan Reuters menyebutkan bahwa gangguan pasokan dan lonjakan harga global menjadi faktor utama yang memperparah situasi di negara tersebut.

Di Singapura, harga BBM kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Bensin RON 95 mencapai sekitar SGD 3,45 per liter, sementara RON 98 menembus angka di atas SGD 4 per liter. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya transportasi dan logistik di negara kota tersebut.

Adapun Malaysia masih mampu menahan lonjakan pada BBM bersubsidi seperti RON95. Namun, harga BBM non-subsidi seperti RON97 tetap mengalami kenaikan mengikuti pasar global. Kenaikan moderat juga terjadi di Kamboja dan Laos dengan kisaran antara 6 hingga 10 persen.

Berbeda dengan negara-negara tersebut, Indonesia mencatat kenaikan yang relatif terbatas. Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax hanya naik sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per liter pada awal Maret, sementara BBM bersubsidi tetap dipertahankan.

Sejumlah media internasional seperti Reuters dan Bloomberg melaporkan bahwa lonjakan harga ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi lintasan sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah global menembus di atas USD 100 per barel.

Secara keseluruhan, tren Maret 2026 menunjukkan tekanan besar pada sektor energi di kawasan Asia Tenggara. Negara dengan skema harga berbasis pasar mengalami lonjakan paling tajam, sementara negara dengan intervensi subsidi seperti Indonesia dan Malaysia relatif mampu menjaga stabilitas domestik di tengah gejolak global.

BACA VERSI LENGKAP