BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali mencatatkan performa ekonomi yang gemilang di tingkat regional. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini berhasil menembus angka 5,65 persen.
Pencapaian ini menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan akselerasi ekonomi yang stabil dan positif. Angka tersebut mencerminkan keberhasilan berbagai program penguatan ekonomi lokal yang dijalankan pemerintah daerah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ini merupakan hasil kerja keras kolektif antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
"Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen ini adalah buah dari sinergi kita semua dalam menjaga iklim investasi dan ekonomi kerakyatan," ujar Ipuk Fiestiandani.
Ipuk menjelaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu jangkar utama dalam menggerakkan roda ekonomi. Namun, terdapat sektor lain yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan angka tersebut.
Sektor pertanian dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dilaporkan menjadi motor penggerak yang sangat vital. Transformasi digital yang menyasar para pelaku UMKM dinilai sukses memperluas pasar produk lokal.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor perdagangan juga mengalami kenaikan yang cukup tajam. Hal ini sejalan dengan meningkatnya daya beli masyarakat serta lancarnya arus distribusi barang ke wilayah tersebut.
"Kita terus mendorong sektor-sektor produktif, terutama UMKM dan pertanian, agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi bagi warga," tambah Ipuk.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan mempermudah perizinan usaha. Selain itu, pembangunan infrastruktur di wilayah perdesaan terus dipercepat guna mendukung akses ekonomi warga.
Dukungan terhadap sektor pertanian dilakukan melalui penyediaan sarana prasarana yang lebih modern. Harapannya, efisiensi produksi dapat meningkat dan memberikan dampak kesejahteraan yang lebih merata.
Pencapaian 5,65 persen ini juga diiringi dengan penurunan angka kemiskinan yang konsisten di Banyuwangi. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi bersifat inklusif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Para analis ekonomi menilai, keberhasilan Banyuwangi menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global patut menjadi rujukan daerah lain. Fokus pada kemandirian lokal menjadi kunci utama ketahanan ekonomi daerah ini.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi berencana untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta. Langkah ini diambil guna memastikan investasi yang masuk dapat menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal.